Niat adalah ketetapan hati, keputusan hati untuk memilih suatu rencana tindakan. Niat merupakan suatu keputusan bertindak yang tertanam dalam hati manusia. Ketika niat sudah tertanam kuat maka kegagalan ibarat hanya tindakan yang tertunda. Keputusan hati inilah yang akan membuat manusia bertindak. Sabda Rasulullah SAW : “Iman adalah apa yang terhujam dalam hati, dinyatakan oleh lisan, dan dibuktikan oleh perbuatan”
Minggu, 16 Maret 2008
Hati Sebagai Hakim Yang Memutuskan Persoalan
Akal dan nafsu akan selalu ‘bertarung’ berebut pengaruh terhadap hati. Nafsu ingin mewujudkan segala keinginannya, sedang akal mempertimbangkannya. Hati yang memutuskan mana yang ingin diterimanya sesuai dengan kemampuan hati menangkap kedua kekuatan ini. Hanya hati yang bersih yang bisa memutuskan perkara secara jernih. Godaan setan melalui jalur akal dan jalur nafsu manusia dapat menyebabkan (hati) manusia salah dalam memutuskan suatu persoalan. Hal ini disebutkan dalam sebuah hadits qudsi, dimana Allah SWT berfirman : “Sesungguhnya Aku menciptakan hamba-hamba-Ku dalam keadaan hanif (lurus) semuanya. Dan sesungguhnya mereka didatangi oleh setan yang menyebabkan mereka tersesat dari agama mereka” (HR Muslim).
Langganan:
Postingan (Atom)
